spot_img
MedanRenungan Minggu : Mengambil Kesempatan Nats: Wahyu 3:20

Renungan Minggu : Mengambil Kesempatan Nats: Wahyu 3:20

Metropos 24.Medan  –  Jika kita baca ayat ini, kita bisa membayangkan bahkan memastikan, betapa Tuhan itu memiliki etika sopan santun yang sangat baik. Dia tidak sembarangan masuk kerumah orang ataupun masuk dari belakang, dengan sesuka hatiNya, berjalan kesana kemari, tetapi Dia menghormati pemilik rumah tersebut. Ayat ini juga menekankan betapa Tuhan ingin memberikan kesempatan untuk kita dan masuk kedalam rumah setiap orang yang mendengar dan membukakan pintu dan mempersilahkan masuk kedalam rumah. Saya mendapati dari ayat ini, bahwa pada akhir zaman, sangat sulit menemukan orang-orang yang mendengar suara Tuhan dan membukakan pintu rumah(hati) setiap manusia. Ini yang menjadi masalah orang-orang percaya pada akhir zaman, tidak dapat mendengar suara Tuhan. Jadi bagaimana cara agar kita dapat mendengar suara Tuhan, sehingga ketika Tuhan berkunjung, Dia dapat masuk kedalam rumah kita(hidup kita)?

1. Perbaiki telinga rohani kita(pendengaran kita).
Sebenarnya Tuhan sering kali mengetuk pintu hati kita, bericara dengan kita, tetapi kita tidak mendengar suara Tuhan atau ketukan pintu daripada Tuhan. Masalahnya adalah telinga rohani kita kotor, bahkan mungkin tersumbat. Mungkin selama ini yang masuk ketelinga kita adalah perkataan perkataan yang tidak membangun, perkataan kasar, tidak mendidik, bahkan didalam keluarga pun terjadi demikian yang membuat telinga rohani kita kotor dan bahkan tersumbat. Pada intinya, perkataan kita juga menentukan telinga rohani kita bersih atau tidak, karena ini mempengaruhi pendengaran rohani kita, suara Tuhan atau tidak. Kalau kita baca Kejadian 3:13, dengan jelas kita lihat, bahwa perkataan Hawa dapat mempengaruhi seseorang(Adam) dalam kebiasaan sehari-hari termasuk bagi orang percaya. 1 Samuel 15:22, disini Raja Saul menjadi contoh dimana dia lebih mendengar keinginannya atau orang lain daripada perintah Tuhan. Oleh sebab itu perhatikan perkataan kita, keinginan kita, apakah sesuai dengan kebenaran, agar pendengaran rohani kita tidak kotor oleh perkataan yang kotor, yang tidak membangun dan sebagainya.

2. Perbaiki penglihatan kita(cara pandang kita). Yoh 20:24-29.
Disini kita bisa lihat dari seorang Tomas, yang salah satu murid Tuhan Yesus, yang selalu bersama-sama Tuhan Yesus, dekat dengan Tuhan Yesus, mendengar Firman Tuhan secara langsung, tetapi masih ragu-ragu siapa Tuhan Yesus. Ada banyak orang percaya sama seperti Tomas(hamba Tuhan), rajin beribadah, rajin persekutuan, tetapi tidak mengenal Tuhan Yesus secara jelas. Tuhan ingin datang pada kita mungkin bukan dengan keadaan nyaman, santai, senang dan lain-lain, tetapi dalam keadaan sedih, berkabung, ketakutan, tertekan, Tuhan bisa datang kepada kita kapan saja. Tetapi apakah kita bisa mengenal Dia ketika Dia datang dengan keadaan seperti itu?, atau malah kita menutup mata kita, berpura-pura kita tidak melihat, dan cuek saja. Kita pikir kita bisa selamat, diberkati dengan kita hanya datang beribadah saja?, tanpa kita mengenal Dia?. Jadi Tuhan tidak akan hadir atau tidak akan masuk kedalam hati, keluarga, pekerjaan dan aktifitas, jika kita tidak mengenalNya.

3. Persiapkan rumah rohani kita. Wahyu 3:20
Jelas dalam ayat ini bahwa Tuhan sedang mengetuk pintu, yaitu pintu rumah setiap orang yang Tuhan kunjungi. Artinya Tuhan tidak berkunjung ke lapangan, ke rawa-rawa, ke kantor polisi atau ke tempat hiburan, tetapi ke tempat orang yang memiliki rumah(orang percaya). Tuhan tidak akan berkunjung ketempat kita jika kita tidak memiliki rumah. Jadi jelas, setiap orang harus memiliki rumah rohani yang benar, jika belum memiliki rumah rohani, mulailah dengan membangun dengan dasar(pondasi) yang kuat(Lukas 6:46-49). Rumah adalah tempat berteduh, istirahat, berdoa dan makan bersama-sama, dimana Tuhan juga dapat menikmati rumah kita dengan makan bersama-sama. Jadi pastikan juga rumah rohani kita nyaman, bersih dan indah dipandang oleh Tuhan.

Kesimpulan: Jadi jelas, Tuhan ingin memberi kesempatan dan berkunjung ke dalam hidup kita, Tuhan tidak ingin orang lain masuk kerumah rohani kita karena kita mempelaiNya. Jadi persiapkan telinga rohani kita, penglihatan rohani kita kepadaNya, dengan membangun rumah rohani dan kita akan memiliki pondasi yang kuat dan rumah rohani yang indah, sehingga ketika Tuhan datang dan mendapati bahwa rumah rohani kita siap di kunjungi oleh Tuhan. Dan jika Tuhan hadir, maka, damai sejaterah, mukjizat, pemulihan dan jalan keluar ada pada orang percaya. Amin

Ev. Ariston Napitupulu M.Th

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img

Baca Juga

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme

More article

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme